Wow! Morobayat Sulap Serat Nanas Jadi Bio Fabric Totatex Bernilai Tinggi

Serat daun nanas yang telah diproses dijemur dan dirapikan di atas meja kerja di industri kecil Morobayat sebagai bahan baku bio fabric Totatex.
Proses pengeringan dan penataan serat daun nanas di workshop industri kecil Morobayat. Serat alami ini menjadi bahan utama pengembangan bio fabric Totatex, material ramah lingkungan berbasis limbah pertanian lokal.

Morobayat, Sulawesi Utara – Siapa sangka daun nanas yang selama ini  dianggap limbah kebun kini berubah menjadi material premium bernilai tinggi. Di tangan Morobayat, serat daun nanas tidak lagi berakhir sebagai sisa panen, tetapi bertransformasi menjadi Totatex. Sebuah material   bio fabric ramah lingkungan yang tampil kuat, unik, dan siap masuk ke industri kreatif.

Terobosan ini bukan hanya menghadirkan inovasi baru dari desa, tetapi juga membuka peluang besar bagi ekonomi kreatif lokal.

Selama ini masyarakat sekitar menghasilkan daun nanas dalam jumlah besar setelah panen. Sebagian besar daun tersebut hanya menjadi limbah kebun dan belum termanfaatkan secara optimal. Melihat potensi itu, industri kecil Morobayat mulai mengolah serat daun nanas menjadi bahan baku alami yang kuat dan fleksibel, lalu mengembangkannya menjadi lembaran bio fabric bernama Totatex.

Logo Totatex berwarna emas berlatar hitam dengan simbol huruf T bergaya serat alami sebagai identitas bio fabric berbahan dasar serat nanas.
Logo Totatex, identitas bio fabric ramah lingkungan dari Morobayat yang dikembangkan dari serat daun nanas dan menghadirkan nilai lokal dalam material berkelanjutan.

Para pengrajin memproses serat itu melalui tahapan pemisahan, pencucian, pengeringan, hingga pembentukan material. Dari proses tersebut, Totatex menghasilkan tekstur khas serat alami yang ringan, kuat, dan memiliki tampilan premium.

Sofyanto, selaku Owner Morobayat menjelaskan bahwa mereka mengembangkan Totatex untuk menciptakan nilai tambah dari potensi lokal sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

“Kami melihat daun nanas sebagai sumber daya yang sangat potensial. Melalui Totatex, kami mengubah limbah pertanian menjadi material bernilai jual dan membuka peluang ekonomi kreatif berbasis desa,” ujar pengelola.

Industri kecil Morobayat menyiapkan Totatex untuk berbagai kebutuhan, seperti tas, dompet, alas kaki, aksesori, hingga produk kerajinan dan interior. Selain memproduksi material, mereka juga melibatkan masyarakat dalam proses pengolahan serat dan pengembangan produk turunan.

Melalui material bio fabric Totatex ini, Morobayat ikut mendorong pemanfaatan bahan berkelanjutan yang kini sangat diminati di berbagai negara. Inovasi ini juga nantinya akan memperkuat peran desa dalam menciptakan produk ramah lingkungan berbasis sumber daya lokal.

Dengan menghadirkan Totatex, industri kecil Morobayat membuktikan bahwa inovasi dapat tumbuh dari desa. Dari serat daun nanas, mereka menghadirkan material baru yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga membuka jalan bagi pertumbuhan ekonomi kreatif yang berkelanjutan di Sulawesi Utara.

Pos terkait