IGA VII Kotamobagu Dimulai, Inovasi Didorong Jadi Penggerak Program Daerah

Pembukaan IGA VII Kotamobagu Tahun 2026 diikuti peserta dan jajaran Pemerintah Kota Kotamobagu
Pembukaan IGA VII Kotamobagu Tahun 2026 menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Kotamobagu untuk mendorong inovasi sebagai penggerak program dan peningkatan pelayanan daerah.

KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota Kotamobagu kembali memberikan ruang bagi aparatur pemerintahan untuk melahirkan berbagai gagasan baru melalui pelaksanaan Innovative Government Award (IGA) Kota Kotamobagu ke-VII Tahun 2026.

Kegiatan yang menjadi wadah pengembangan inovasi pemerintahan tersebut resmi pelaksanaannya pada Selasa, 15 September 2026, di Aula Kantor Bappelitbangda Kota Kotamobagu.

Bacaan Lainnya

Pembukaan kegiatan IGA VII dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kota Kotamobagu, Sofyan Mokoginta, SH, ME, yang hadir mewakili Wali Kota Kotamobagu.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah menegaskan bahwa inovasi di lingkungan pemerintahan tidak seharusnya hanya menjadi  ajang kompetisi. Lebih dari itu, inovasi harus  terarah agar mampu mendukung pelaksanaan program dan target pembangunan daerah.

Inovasi Harus Memberikan Dampak

Menurut Sofyan, sebuah inovasi akan memiliki nilai lebih ketika sebuah gagasan dapat kita terapkan dalam pekerjaan sehari-hari dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Karena itu, perangkat daerah  tidak cuma berhenti pada penciptaan ide baru. Setiap inovasi perlu kita lihat dari sisi penerapan, manfaat, serta kontribusinya terhadap peningkatan kinerja pemerintahan.

Pendekatan tersebut juga membuat inovasi menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mencari solusi atas berbagai persoalan yang muncul dalam penyelenggaraan pemerintahan maupun pelayanan publik.

Dengan inovasi yang tepat, pekerjaan aparatur dapat terlaksana  secara lebih efektif dan pelayanan kepada masyarakat dapat lebih baik lagi.

41 Peserta Ikut Ambil Bagian

IGA Kota Kotamobagu tahun ini terdiri  dari berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat umum yang secara keseluruhannya  berjumlah  41 peserta yang mengikuti kompetisi. Peserta tersebut terdiri atas 13 peserta kategori umum serta 28 peserta kategori perangkat daerah.

Keterlibatan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan inovasi tidak hanya menjadi tanggung jawab satu unit kerja. Berbagai perangkat pemerintahan memiliki peluang untuk mengembangkan metode maupun gagasan baru sesuai dengan persoalan yang ada.

Pemerintah daerah Kota Kotamobagu juga memberikan perhatian terhadap keterlibatan pemerintahan desa dan kelurahan.

Hal ini penting karena desa dan kelurahan merupakan bagian pemerintahan yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Berbagai kebutuhan dan persoalan yang muncul pada tingkat paling dekat dengan masyarakat dapat menjadi sumber lahirnya inovasi.

Bukan Sekadar Mengejar Penghargaan

Pesan lain yang tersampaikan dalam pembukaan IGA VII adalah pentingnya menempatkan kompetisi sebagai sarana untuk membangun budaya inovasi.

Artinya, keberhasilan tidak semata-mata kita nilai dari siapa yang memperoleh posisi terbaik dalam kompetisi. Yang lebih penting adalah bagaimana gagasan yang muncul dapat terus berkembang dan diterapkan setelah kegiatan berakhir.

Harapannya, inovasi ini juga mampu memberikan kemudahan bagi aparatur dalam menjalankan tugas. Dengan demikian, inovasi tidak dipandang sebagai pekerjaan tambahan, melainkan sebagai instrumen untuk memperbaiki cara kerja.

Penyederhanaan proses, efisiensi sumber daya dan peningkatan kualitas pelayanan menjadi beberapa aspek yang dapat menjadi ukuran manfaat sebuah inovasi.

Dorong Budaya Kerja yang Lebih Adaptif

Perkembangan kebutuhan masyarakat membuat pemerintah harus  terus menyesuaikan cara kerja. Dalam kondisi tersebut, inovasi menjadi salah satu pendekatan yang bisa menghadirkan pelayanan pemerintahan yang lebih responsif.

Melalui IGA, pemerintah daerah memberikan ruang bagi aparatur untuk memperkenalkan gagasan sekaligus menguji sejauh mana gagasan tersebut dapat memberikan manfaat.

Harapannya, inovasi yang lahir dari lingkungan pemerintahan tidak berhenti sebagai dokumen atau materi perlombaan, tetapi dapat berkembang menjadi praktik kerja yang memberikan hasil nyata. Informasi panitia bahwa pelaksanaan IGA VII Kota Kotamobagu Tahun 2026 akan berlangsung selama tiga hari.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Peneliti Ahli Utama BRIN Prov. Dr. Herie Saksono, M.Si selaku Ketua Tim Juri, Analisis Kebijakan Ahli Muda BSKDN Kemendagri Anthonius Riva, SE, M.Si sebagai juri, Asisten II Setda Kotamobagu Noval C. Manoppo, jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah, para camat, lurah, kepala desa serta seluruh peserta IGA.

Melalui penyelenggaraan IGA VII ini, Pemerintah Kota Kotamobagu berharap semangat berinovasi semakin tumbuh di lingkungan pemerintahan.

Gagasan-gagasan yang lahir tidak hanya menjadi bagian dari kompetisi, tetapi dapat kita laksanakan guna mendukung peningkatan kinerja pemerintah, kualitas pelayanan publik dan pencapaian program pembangunan di Kota Kotamobagu.

Pos terkait